Jangan ada kekosongan dalam hidup kita, karena kekosongan bisa membinasakan.
Sebagai seorang entrepreneur, kedekatan dengan Tuhan menjadi hal yang tak bias dinafikan. Kedekatan dengan Tuhan meru pkan hal yang mutlak diperlukan. Ini wajar mengingat medan kerja seorang pengusaha yang demikian keras, penuh dengan tantangan, penuh kejutan, baik kejutan yang diharapkan maupun yang sama sekali tak kita inginkan . Dalam bisnis seringkali penuh ketidakpastian, kendati telah kita hitung secar matang semua rencana, telah dibuat presisi semua strategi, tetap saja hal-hal diluar dugaan seringkali terjadi.
Ada saat dimana segalanya berlangsung lancar sesuai rencana, bahkan lebih indah dari yang diharpkan. Seketika hatipun bergairah, mata berbinar, tubuh segar bugar, semangat bergelora, optimisme melambung dan segalanya seolah telah pati kita raih. Namun di episode lain, seringkali sebaliknya,. Ketika rencana telah dibentangkan, langkah pertama telah dilakukan, dunia seolah tak peduli. Jangan penghasilan yang kita harapkan, sekedar lirikan mata pelanggan pun tak kita dapatkan. Ketika berbagi upaya ditingkatkan, keadaan tetap tak bergem ing bahkan semakin jauh panggang dari api. Tinggal jalan sepi yang membentang dihadapan, penuh kehampaan, ketidak karuan. Kalau sudah begini, aduhai serasa mati kutu menjadi pengusaha.
Episode lainnya saat rencana telah berjalan sesuai yang diharapkan dan segalanya didepan mata. Tiba-tiba keadaan berubah 1000 derajat. Masalah datang bertubi-tubi, peluang menjadi problema. Melayang…
Dalam keadaan seperti ini, hanya Tuhan yang mampu menjawab berbagai pertanyyan yang terbersit dibenak kita. Kita hanya bersandar pada kekuasaanNya yang mampu membalikkan keadaan. Kita berharap ia akan memberikan pencerahan dibenak kita, mengucurkan ide ke pikiran kita. Disaat-saat tergelap bisnis kita, kita tersadar bahwa kita tak sendiri. Ada Dia yang bisa merubah segalanya. Yang kuasa mencampakkan strategi jitu menjadi konsep bisu yang lumpuh dan tak berdaya. Dan mampu mengyulap hal-hal yang kita anggap remeh menjadi juruselamat bisnis kita.
Sejatinya, bisnis seperti jalan kehidupan. Butuh energi besar, ketabahan besar, kesabaran dahsyat, dan kegigihan bathin yang menggugah dan membangkitkan. Spirit yang tak bisa kita dapatkan begitu saja, tak cukup dengan affirmasi, positivisme, tapi butuh ‘pencerahan’ dari spirit transendental. Dalam kondisi segelap apapun, dalam hidup maupun dalam bisnis kita, selalu ada secercah cahaya yang menyeruak masuk, menunggu kita untuk memantulkan dan membiaskannya menerangi seisi ruang dengan refleksi bathin yang jernih. Dengan nya kita mampu membuka tabir-tabir kesulitan hidup menjadi peluang kesuksesan. Itulah kuasa Tuhan, kuasa yang menghidupkan. Pertolongan yang membangkitkan yang tak bisa kita minta dalam kelalaian. Tapi mesti kita mohon dalam kepsarahan, kedekatan, keakraban dan kemesraan denganNya.
Pertolongan Tuhan tidak turun dengan abra kadabra, dengan sekedar affirmasi dan mantera tapi butuh kesungguhan mi’raj ruhani kita dalam menghadapNya. Orang yang dikabulkan do’anya sesungguhnya bukan karena dahsyatnya puitisasi do’a yang dibaca, melainkan karena ketulusan, kedekatan, keyakinan dan seringnya mengisi ‘daftar hadir’ disaat orang lain absen.
Dalam episode gelap kehidupan, hanya cahayaNya yang mampu membuka perenungan bathin, memberikan pencerahan dan menjadikan kita pribadi yang tangguh. Berdiri tegak diatas gelombang. Pada akhirnya, semoga sebaris do’a ini dipenuhi untuk kita.
Allahuma nawir qulubana bi nuuri hidayatika, kama nawartal ardha bi nuuri syamsika. Abadan, abadan.
Saung Panyawangan Tasikmalaya, 18 November 2007
Ya, semoga saja Anda tetap semangat dan optimis dalam mengarungi hidup!
Oleh: benny2007 on Desember 21, 2007
at 7:13 am
sangat realistis dan experienced based, sangat memotivasi, thanks ya
Oleh: abdurrahim on Juli 16, 2011
at 12:09 am